Akhir-akhir ini semua media heboh dengan adanya klaim klaim dari negeri jiran. Masyarakat pun ikut tersulut dengan mengadakan demonstrasi-demonstrasi di kedutaan negeri tetangga tersebut bahkan banyak yang mendirikan organisasi-organisasi anti Malaysia.
Sebenarnya hal itu tidak perlu terjadi seandainya malaysia tidak melulu “berulah” kepada bangsa Indonesia.
Atau sebenarnya bangsa kitalah yang seharusnya juga intropeksi diri. Masyarakat Indonesia terutama kaum muda mudi sekarang lebih suka menonjolkan budaya2 asing terutama dari barat sehingga budaya sendiri hampir terlupakan. Sebagai contoh muda-mudi sekarang lebih senang dengan musik rapp, rock yang adopsi dari barat sehingga budaya sendiri terlupakan misalnya anklung, keroncong dan lain lain.
Oleh karena itu sebelum budaya kita dicaplok orang lain, maka sebaiknya marilah kita sebagai kaum muda mudi terutama seniman-seniman muda agar bisa melestarikan budaya bangsa.
2 OKTOBER 2009 PRESIDEN MINTA PAKAI BATIK
Tanggal 7 September 2009 yang lalu seusai memimpin rapat terbatas tentang batik sebagai warisan dunia di Istana Bogor, Menko Kesra Aburizal Bakrie menyatakan bahwa batik Indonesia telah diangkat menjadi Warisan budaya dunia. Batik Indonesia menjadi representasi dari budaya tak benda warisan Manusia.
Batik dianggap sebagai icon budaya bangsa yang memiliki keunikan, dengan simbol dan filosofi yang dalam yang mencakup siklus kehidupan manusia yang diajukan oleh Indonesia sebagai warisan budaya tak benda dari kemanusian.
Setelah menjawab pertanyaan dari UNESCO tentang batik, misalnya pertanyaan tentang apakah batik dihasilkan secara turun temurun, atau apakah ada perlindungan dari pemerintah terhadap batik, bahkan pertanyaan mengenai ada atau tidaknya masyarakat batik, industri, pemakai batik, budaya dan sejarah batik. Atas dasar itu maka batik telah disetujui sebagai satu warisan budaya tak benda warisan manusia oleh UNESCO. Peresmiannya akan dilaksanakan pada yanggal 28 September 2009 sampai 2 Oktober 2009 di Abu Dhabi.
Untuk itu Presiden SBY meminta kepada seluruh rakyat Indonesia pada tanggal 2 Oktober 2009 nanti untuk menggunakan batik sebagai penghargaan terhadap batik itu sendiri. (Dilansir dari web resmi Sekretariat Kabinet Republik Indonesia)
Kita sebagai warga Indonesia harus bersyukur karena memiliki warisan yang sangat berarti dari nenek moyang kita. Jangan biarkan orang lain mengambil hasil jerih payah para leluhur , jangan biarkan anak cucu kita tidak mengenal budaya dan tradisi bangsa. Kita harus bangga dan mulai menggunakan produk asli dalam negeri serta melestarikan budaya bangsa.
Kalau bukan kita siapa lagi yang akan melestarikannya.
0 komentar:
Posting Komentar